Serangan Jantung

Serangan Jantung

Sering kita mendengar mengenai Serangan Jantung , tetapi kita seringkali tidak mengetahui tanda-tandanya, sehingga tindakan yang kita lakukan menjadi terlambat. Dan terlambatnya tindakan ini seringkali menyebakan kejadian yang sangat fatal. Jadi kita harus berjaga-jaga dari terjadinya serangan jantung.

Serangan sendiri terjadi ketika pasokan darah menuju ke jantung terhambat. Biasanya kejadian ini adalah disebabkan oleh penggumpalan darah atau penumpukan lemak, kolestrol, dan unsur lainnya. Karena gangguan aliran darah ke jantung ini, bisa merusak atau menghancurkan otot jantung tersebut bisa merusak atau menghancurkan otot jantung dan bisa berakibat fatal. Di dunia medis serangan jantung ini biasa disebut Infark Miokard.

Gejala-gejala yang mungkin muncul pada penderita serangan jantung.

  • Sesak napas.
  • Sakit atau nyeri di bagian dada.
  • Merasa lemah dan pusing.
  • Sangat gelisah atau cemas.

Penyakit ini bukan berdasarkan parahnya sakit dada yang dirasakan. Ingat, sakit dada yang kita rasakan belum tentu terjadi pada semua orang yang merasakan sakit ini. Sering kali rasa sakitnya ringan dan disalah artikan sebagai gangguan pencernaan biasa, seperti sakit lambung (maag). Sebaliknya tidak semua sakit dada adalah akibat penyakit ini.

Oleh karenanya, penting bagi kita untuk selalu waspada akan berbagai gejala tersebut. Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Penyebab Terjadinya 

Yang menjadi penyebab utama terjadinya sakit ini adalah penyakit jantung koroner. Penyakit Jantung Koroner ini terjadi karena tersumbatnya pembuluh darah utama yang memasok darah ke jantung (pembuluh koroner). Sumbatan ini disebabkan oleh timbunan kolesterol berupa plak yang menempel di dinding pembuluh darah.
Plak yang retak akan mengakibatkan terjadinya penggumpalan darah. Akhirnya, penggumpalan darah ini akan menghambat pasokan darah dan oksigen ke jantung melalui pembuluh koroner. Kondisi inilah yang akhirnya menyebabkan terjadinya serangan jantung. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, antara lain:
  • Merokok.
  • Diabetes.
  • Kolesterol tinggi.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak.
  • Berat badan berlebih atau obesitas.

Cara Pengobatannya

Serangan harus segera ditangani secepatnya. Jadi kalau kita menemukan gejala-gejala seperti di atas, segeralah bawa ke rumah sakit terdekat.

Tindakan pertama, segeralah konsumsi aspirin dengan dosis normal 300 mg, tapi sebelumnya pastikan bahwa penderita tidak alergi terhadap aspirin. Obat ini bisa membantu mengencerkan darah dan mengurangi risiko serangan jantung lebih lanjut.

Pengobatan yang diberikan pada penderita serangan jantung adalah obat-obatan untuk melarutkan gumpalan darah dan prosedur operasi untuk mengembalikan aliran darah menuju  jantung. Pengobatan yang dilakukan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi penderita serangan jantung.

Serangan yang parah atau terlambat ditangani bisa menyebabkan komplikasi yang serius dan bahkan berakibat pada kematian. Komplikasi yang terjadi bisa muncul segera setelah terjadinya serangan jantung. Berikut ini beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat serangan jantung.

  • Gagal jantung. Kondisi ini terjadi ketika jantung tidak bisa memompa darah ke tubuh secara efektif. Gagal jantung terjadi karena otot jantung telah rusak permanen akibat serangan jantung yang terjadi.
  • Aritmia. Kondisi ketika detak jantung menjadi tidak normal. Jantung berdegup makin kencang hingga akhirnya berhenti berdetak dan terjadi henti jantung atau cardiac arrest.
  • Syok kardiogenik. Kondisi ketika otot jantung rusak parah dan tidak bisa lagi memasok darah ke tubuh dengan baik. Hal ini menyebabkan fungsi tubuh tidak berjalan dengan baik.
  • Jantung ruptur/retak. Kondisi ketika otot, dinding, atau katup jantung sudah retak.

Pasien penderita serangan jantung yang disertai komplikasi sering kali meninggal dunia sebelum mereka sampai di rumah sakit.

Pemulihan dan Peluang Hidup

Seseorang bisa kembali pulih dari serangan jantung ini tergantung kepada tingkat kerusakan otot jantung yang terjadi. Ada yang membutuhkan waktu beberapa bulan dan ada pula yang butuh waktu hanya beberapa minggu. Tujuan dari proses pemulihan yang dilakukan adalah:

  • Mengurangi risiko terulangnya serangan jantung. Hal ini bisa dilakukan dengan perubahan gaya hidup yang dilakukan pasien sendiri. Termasuk di antaranya perubahan menu makanan dan konsumsi obat-obatan.
  • Mengembalikan kebugaran fisik. Hal ini bertujuan agar Anda bisa kembali melakukan aktivitas sesuai kebutuhan Anda.

Kematian sering kali terjadi sebelum pasien mencapai rumah sakit, atau dalam satu bulan setelah pasien mengalami serangan. Apabila pasien berhasil bertahan selama sebulan setelahnya, kemungkinan besar mereka untuk bertahan hidup sangat bagus.

Peluang hidup seseorang yang pernah mendapatkan serangan jantung bergantung pada beberapa hal. Pertama adalah usia pasien. Apabila usia orang yang mengalami serangan jantung makin tua, kemungkinan terjadinya komplikasi akan bertambah.

Kedua, tingkat keparahan serangan ini juga berpengaruh kepada peluang hidup seseorang. Yang paling utama adalah seberapa parah kerusakan otot jantung yang terjadi. Sedangkan yang ketiga, waktu yang dibutuhkan seseorang hingga dia mendapatkan pertolongan saat mengalami serangan jantung. Makin lama penanganan serangan jantung, maka peluang hidupnya akan makin berkurang.

Sumber : http://www.alodokter.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *