Stroke

Mengenal Stroke Lebih Jauh

Stroke adalah keadaan ketika pasokan darah ke otak terputus karena penyumbatan bahkan bisa terjadi karena pecahnya pembuluh darah, yang menyebabkan kematian sel-sel pada sebagian area di otak. Ini adalah kondisi kesehatan yang sangat serius dan membutuhkan penanganan yang sangat cepat.

Ketika Oksigen dan Nutrisi tidak sampai ke otak karena aliran darah terputus, maka sel-sel otak akan mulai mati. Penanganan yang cepat, akan membuat resiko kerusakan menjadi semakin kecil, bahkan kematianpun bisa dihindari. Sehingga ketika kita mengalami hal ini atau melihat ada orang lain yang terkena serangan stroke, maka segera hubungi rumah sakit untuk meminta ambulan.

Baca juga : https://singkirlemak.com/tanda-tanda-gejala-stroke-datang/

Latar belakang terjadinya
Selama pasokan nutrisi dan oksigen yang diantar lewat darah berjalan dengan lancar, maka otak akan berfungsi dengan baik. Tetapi jika pasokan darah terhambat, maka otak akan rusak dan bahkan seseorang yang terkena serangan ini bisa meninggal dunia.

Jenis-jenisnya
Apabila dilihat dari penyebabnya, maka jenis penyaki ini dibagi menjadi dua, yaitu iskemik dan stroke hemoragik. Iskemik terjadi jika pasokan darah berhenti akibat gumpalan darah dan hemoragik terjadi jika pembuluh darah yang memasok darah ke otak pecah.

Selain itu juga ada yang disebut stroke ringan atau suka disebut TIA (Transient Ischemic Attack). Ini terjadi ketika pasokan darah ke otak mengalami gangguan sesaat yang biasanya diawali dengan gejala pusing, penglihatan ganda, tubuh secara mendadak terasa lemas, dan sulit bicara.

Meski hanya sesaat, tetap harus ditangani secara serius. Karena hal ini biasanya merupakan peringatan akan datangnya serangan yang lebih berat.

Penyakit ini di Indonesia
Pada tahun 2013 berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, ternyata ada 12 penderita penyakit ini per 1000 penduduk Indonesia. Dan penyakit ini juga merupakan penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia.

Walaupun mayoritas usia lebih dari 65 tahun paling beresiko terkena penyakit ini ternyata 25% stroke terjadi pada orang-orang yang berusia di bawah 65 tahun, termasuk anak-anak.

Orang-orang yang merokok, kurang olah raga, dan memiliki pola makan yang buruk juga rentan terhadap serangan penyakit ini. Selain itu orang-orang yang sirkulasi darahnya terganggu akibat tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, detak jantung tidak teratur atau fibrilasi atrium, dan diabetes, juga lebih rentan terhadap penyakit ini.

Diagnosis
Diagnosis stroke umumnya dilihat dari tanda-tanda fisik, serta melalui foto atau pencintraan otak. Dengan pencintraan otak kita dapat menentukan apakah stroke disebabkan oleh arteri yang tersumbat atau pembuluh darah yang pecah, atau adanya resiko serangan stroke iskemik, bagian otak mana yang terserang dan seberapa parah serangan penyakit ini tersebut.

Metode pengobatan
Untuk mengobati penderita stroke sangat bergantung kepada jenis stroke yang dia derita, stroke iskemik atau hemoragik. Pengobatan juga disesuaikan pada area otak mana stroke terjadi. Biasanya pengobatan stroke dilakukan dengan obat-obatan, termasuk obat penurun tekanan darah, menurunkan tingkat kolestrol dan menghilangkan pembukuan darah. Beberapa kasus juga diperlukan tindakan operasi untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh stroke hemoragik atau menghilangkan lemak di arteri.

Dampak
Dampak penyakit ini sangat luas, bahkan bisa berdampak pada kehidupan dan kesejahteraan kita dalam berbagai aspek. Proses rehabilitasinya sangat tergantung pada gejala yang dialami dan seberapa parah gejala tersebut. Dalam pengobatannya harus melibatkan banyak ahli dan spesialis yang terlibat, diantaranya psikolog, ahli terapi okupasi, ahli terapi bicara, perawat dan dokter spesialis, serta fisioterapi.
Kerusakan akibat penyakit ini bisa meluas dan berlangsung lama. Sebelum pulih seperti sedia kala, penderita harus melakukan rehabilitasi dalam periode panjang. Namun sebagian besar dari mereka tidak akan pernah pulih sepenuhnya.

Pencegahannya
Penerapan pola hidup sehat sebetulnya dapat mencegah terjadinya penyakit ini. Resiko mengalami stroke akan berkurang jika kita selalu makan-makanan sehat, berolahraga secara teratur, tidak merokok, dan minum alkohol sesuai takaran. Dengan obat-obatan penurun tingkat kolestrol dan tekanan darah tinggi juga bisa mengurasi risiko terkena penyakit ini. Ada juga beberapa orang meminum obat-obatan untuk mencegah pembekuan darah serta obat menjaga kadar normal gula darah juga penting untuk mencegah terjadinya penyakit ini.

Komplikasi yang terjadi
Penyakit ini dapat menyebabkan munculnya berbagai komplikasi, dan beberapa diantaranya dapat membahayakan nyawa si penderita. Contoh dari komplikasi tersebut diantaranya adalah hidrosefalus atau tingginya produksi cairan serebrospinal, disfagia atau kesulitan menelan, dan trombosis vena dalam atau penggumpalan darah pada kaki.

Sumber : www.alodokter.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *