Category Archives: Sakit Kritis

Belajar Penyakit Parkinson

Parkinson adalah degenerasi sel saraf secara bertahap pada otak bagian tengah yang berfungsi untuk mengatur pergerakan tubuh. Gejala yang banyak diketahui orang dari penyakit ini adalah terjadinya tremor atau gemetaran, sedangkan untuk gejala awal penyakit ini masih sukar diketahui oleh sebagian besar masyarakat.

Dua contoh gejala awal penyakit Parkinson adalah:

  • Badan merasa lemah atau terasa lebih kaku pada sebagian tubuh.
  • Salah satu tangan bergemetaran halus saat beristirahat.

Setelah gejala awal tersebut, selanjutnya akan muncul gejala-gejala lain yang mungkin dialami oleh penderita, seperti:

  • Tremor atau gemetaran makin parah dan menyebar.
  • Di bagian otot terasa kaku dan tidak fleksibel.
  • Pergerakan menjadi lambat.
  • Berkurangnya keseimbangan dan juga koordinasi tubuh.

Penderita penyakit Parkinson ini, juga bisa mengalami gejala fisik lainnya seperti konstipasi, sulit tidur atau insomnia, kehilangan indera penciuman atau anosmia, serta terganggunya masalah daya ingat.

Selain gejala fisik yang terjadi, penyakit Parkison jugadapat ditandai denga gejala psikologis misalnya cemas dan depresi.

Penderita Penyakit Parkinson saat ini, sudah diperkirakan terdapat lebih dari 10 juta orang di dunia yang menderita penyakit Parkinson. Siapapun bisa terkena penyakit ini, namun lebih banyak kalangan orang tua dan lebih cenderung terjadi kepada laki-laki.

Selain itu, gejala penyakit Parkinson ini mulai terasa ketika penderitanya memasuki usia 50 tahun. Ada pula sekitar 5 persen orang yang mengalami gejalanya pada usia 40 tahun.

Akibat Penyakit Parkinson
Akibat penyakit Parkinson ini yaitu dapat memengaruhi bagian kecil dari otak tengah yang bernama susbstantia nigra. Fungsi dari substantia nigra adalah mengirim pesan ke berbagai saraf di tulang belakang yang berfungsi untuk mengendalikan otot-otot pada tubuh. Mekanismenya yakni, pesan akan dikirimkan dari sel otak ke saraf dan otot dengan memanfaatkan senyawa kimia yang disebut neurotransmiter. Salah satu neurotransmiter utama yang dihasilkan oleh sel otak di substantia nigra adalah dopamine.

Pengaturan gerakan dari tubuh sangat dipengaruhi oleh dopamine. Saat jumlah dopamine menurun, hal inilah yang akan menyebabkan aktivitas otak akan terganggu. Ini pula yang menyebabkan munculnya tanda-tanda dan gejala penyakit Parkinson.

Namun, untuk penyebab menurunnya dopamine ini masih belum diketahui. Tapi terdapat beberapa faktor yang bisa memicu hal ini, seperti faktor keturunan dan faktor lingkungan.

Pengobatan Penyakit Parkinson
Cara pengobatan penyakit Parkison hingga saat ini belum diketahui, penyakit Parkinson belum memiliki obat penyembuhnya. Pengobatan dan juga penanganan yang tersedia hanya ditujukan untuk meringankan gejala yang dialami. Pengobatan dilakukan untuk menjaga kualitas hidup penderita agar bisa beraktivitas senormal mungkin.

Langkah penanganan yang tersedia adalah fisioterapi, obat-obatan, dan operasi jika diperlukan. Penyakit Parkinson pada tahap awal, gejalanya cenderung ringan dan tidak perlu dilakukan penanganan khusus. Tapi demi mengetahui perkembangan kondisi, pemeriksaan dapat dilakukan secara rutin.

Saat ini, perkembangan pengobatan penyakit Parkinson sudah cukup maju. Penderita kondisi ini bisa hidup semaksimal mungkin dengan menjalani kemajuan teknik pengobatan dan penanganan yang ada. Seiring dengan berkembangnya penyakit ini, penderita Parkinson akan memerlukan bantuan orang lain dalam melakukan rutinitas sehari-hari. Ada sebagian yang sangat terbantu oleh pengobatan tapi ada juga sebagian yang merasakan efek yang terbatas dari pengobatan.

Gejala Penyakit Parkison
Penyakit Parkinson menyerang penderitanya dengan cara yang berbeda-beda. Terjadinya perbedaan ini terbentuk karena gejala-gejala yang dialami bisa beragam.

Awalnya, gejala yang muncul cukup ringan dan mungkin terabaikan. Namun dengan gejala-gejala tersebut kemudian akan berangsur-angsur memburuk.

Baiklah mari kita jelaskan beberapa gejala umum yang muncul pada penderitapenyakit Parkinson. Di antaranya meliputi :

  • Tremor. Merupakan gemetaran yang tidak bisa dikendalikan. Biasanya gejala ini muncul pada satu bagian tubuh, terutama tangan dan jari. Gemetaran ini, terjadi saat bagian tubuh tersebut diam atau beristirahat. Tremor merupakan salah satu dari gejala utama kondisi ini.
  • Bradikinesia atau melambatnya gerakan. Setelah beberapa lama, penyakit Parkinson akan mengurangi koordinasi gerakan tubuh anda dan menjadikannya lebih lambat. Aktivitas sederhana menjadi sulit untuk dilakukan, misalnya langkah yang lebih pendek saat berjalan dan kesulitan untuk bangkit dari tempat duduk.
  • Kekakuan otot atau rigiditas. Otot besar dan kecil menjadi kaku maupun tegang. Hal ini membuat ekspresi wajah dan pergerakan tubuh menjadi sangat terbatas dan juga menyebabkan rasa sakit akibat kram otot.
  • Gangguan keseimbangan. Penderita akan mengalami gangguan keseimbangan sehingga lebih berisiko untuk jatuh.
  • Kehilangan kemampuan gerak otomatis. Frekuensi gerakan-gerakan yang terjadi tanpa kita sadari perlahan mulai menurun. Misalnya kedipan mata dan ayunan tangan ketika berjalan.
  • Perubahan cara bicara. Cara bicara bisa menjadi lembut, lebih cepat, tidak jelas, atau merasa ragu sebelum bicara.
  • Kesulitan menulis. Penderita akan kesulitan menulis dan tulisannya akan tampak mengecil dari biasanya.
  • Depresi dan serangan kecemasan. Karena belum adanya obat untuk menyembuhkan penyakit Parkinson, kondisi ini bisa membuat pasien merasa depresi dan khawatir akan masa depannya.
  • Gangguan tidur atau insomnia. Penyakit ini juga dapat menyebabkan penderita mengalami gangguan tidur dan biasanya dia akan merasa nyeyak tidur menjelang pagi hari.
  • Demensia. Gejala ini berarti bahwa penderita bukan hanya mengalami gangguan ingatan, tapi kepribadiannya bisa berubah dan bahkan mengalami delusi serta halusinasi.
  • Hilangnya indera penciuman. Kondisi ini bisa muncul beberapa tahun sebelum gejala lain muncul.
  • Inkontinensia urin.
  • Gangguan sensoris. Penyakit Parkinson bisa menyebabkan sensasi rasa terbakar, dingin, dan mati rasa.
  • Konstipasi. Penderita penyakit Parkison juga dapat menyebabkan susah buang air besar atau sembelit.
  • Kesulitan menelan makanan (disfagia). Masalah ini bisa mengakibatkan terjadinya kekurangan nutrisi dan dehidrasi, karena si penderita mengalami disfagia yang artinya mengalami kesulitan saat menelan makanan.
  • Disfungsi ereksi.
  • Produksi keringat berlebih (hiperhidrosis) dan produksi air liur berlebih.
  • Pusing, penglihatan buram, hingga pingsan. Hal ini terjadi akibat tekanan darah yang turun secara mendadak.

Perlu diketahui, tidak semua penderita penyakit Parkins n mengalami seluruhgejala di atas. Ada sebagian penderita penyakit Parkinson yang hanya mengalami gejala ringan dan tidak mengganggu aktivitas keseharian mereka.

Cara Pengobatan Penyakit Parkison
Sebenarnya hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit Parkison, namun alternatif yang dilakukan untuk mengantisipasi penyakit Parkinson ini biasanya difokuskan untuk meredakan gejala yang muncul dan juga menjaga agar pasien bisa tetap beraktivitas sehari-hari semaksimal mungkin.

Pada tahap awal penyakit Parkinson, pengobatan mungkin tidak perlu dilakukan, mengingat gejala yang terjadi masih ringan. Tapi pertemuan rutin dengan dokter dianjurkan untuk mengawasi kondisi kesehatan pasien.

Pelajari dan tanyakan risiko serta manfaat tiap jenis pengobatan yang dilakukan untuk penyakit Parkinson. Dengan ini, Anda bisa lebih mudah dalam menentukan dan mengikuti proses pengobatan yang ada.

Terapi untuk Penyakit Parkinson
Berikut ini adalah beberapa terapi yang disarankan untuk membantu meredakan gejala yang muncul akibat penyakit Parkinson:

  • Fisioterapi. Terapi ini berfungsi untuk membantu penderita mengatasi kekakuan otot dan juga rasa sakit pada persendian ketika bergerak. Jadi dengan terapi ini penderita bisa bergerak dengan leluasa dan mempertahankan kelenturan tubuh. Terapi ini akan melatih kemampuan dan stamina agar penderita bisa melakukan aktivitas tanpa bergantung kepada orang lain.
  • Perubahan menu makanan. Salah satu gejala dari penyakit Parkinson adalah terjadinya konstipasi. Kondisi ini bisa dikurangi dengan lebih banyak mengonsumsi air dan makanan berserat tinggi. Jika penderita mengalami tekanan darah rendah terutama saat bangkit berdiri, asupan garam bisa ditingkatkan untuk membantu mengatasinya.
  • Terapi wicara. Penderita penyakit Parkinson cenderung mengalami kesulitan atau bermasalah dalam berbicara. Jika diperlukan, ahli terapi wicara bisa membantu meningkatkan cara berbicara.

Obat-obatan Penyakit Parkinson
Gejala-gejala utama, seperti tremor dan gangguan pada pergerakan tubuh, bisa dikurangi dengan obat-obatan. Tapi tidak semua obat cocok untuk semua orang, dan reaksi terhadap obat itu juga berbeda-beda.

Berikut ini adalah obat-obatan yang biasa diberikan:

  • Levodopa. Obat ini diserap oleh sel-sel saraf dalam otak dan diubah menjadi senyawa kimia dopamine. Dengan meningkatkan kadar dopamine, levodopa membantu mengatasi gangguan pergerakan tubuh. Jenis obat levodopa yang lain yang dipakai untuk mengatasi gangguan suasana hati adalah duodopa. Disarankan untuk menghindari makanan atau vitamin dengan kandungan B-6 saat mengkonsumsi obat ini agar tidak mengurangi efek dari obat.
  • Agonis dopamin. Obat ini berfungsi untuk menggantikan dopamin di dalam otak dengan efek yang sama seperti levodopa. Agonis dopamin umumnya digunakan pada tahap awal Parkinson karena efek samping yang ditimbulkan tidak sekuat levodopa. Tapi, ada juga salah satu agonis dopamine dalam bentuk suntikan bernama apomomorphine yang diberikan pada pasien tahap lanjut dengan dipadukan bersama levodopa.
  • Monoamine oxidase-b inhibitors (MAO-B). Obat ini berfungsi menghambat senyawa kimia otak yang menghancurkan dopamine. Yang termasuk dalam MAO-B adalah selegiline dan rasagiline. MAO-B bisa dikonsumsi bersamaan dengan levodopa atau dopamine agonist. Obat ini membantu meredakan gejala penyakit Parkinson, meski dampaknya tidak sekuat levodopa.
  • Catechol-O-methyltransferase inhibitor  (COMT).  Obat ini khusus diberikan kepada orang dengan penyakit Parkinson di tahap lanjutan. Obat ini menghambat enzim yang menghancurkan levodopa dan memudahkannya mencapai saraf otak.

Untuk mengetahui dosis, aturan pakainya, tanyakan kepada dokter yang menangani Anda. Selain itu, tanyakan tentang efek dan risiko dari masing-masing obat-obatan terhadap tubuh Anda.

Operasi pada Penyakit Parkinson
Operasi hanya dianjurkan jika penanganan dengan obat-obatan pada penyakit Parkinson tidak bisa meredakan gejala yang muncul. Operasi ini dikenal sebagai deep brain stimulation atau stimulasi otak dalam yang bekerja dengan merangsang bagian otak yang terganggu akibat penyakit Parkinson. Walau tidak menyembuhkan, prosedur ini mampu mengurangi gejala Parkinson bagi sebagian penderitanya.

Terapi Pisau Gamma (Gamma Knife)
Jika operasi tidak memungkinkan bagi pasien atau jika pengobatan apa pun tidak berhasil, salah satu terapi yang mungkin disarankan adalah terapi pisau gamma. Terapi ini menggunakan sinar radiasi yang sangat kuat, dan ditargetkan langsung ke titik yang dibutuhkan menggunakan helm khusus. Dibantu dengan hasil CT Scan dan MRI, dokter akan menitikkan target dan melakukan terapi selama 15 – 40 menit, tergantung keperluan. Terapi pisau gamma dipercaya memiliki efek samping minimal dibanding pengobatan lainnya atau operasi.

Mengatasi Gejala Lain Akibat Penyakit Parkinson
Penyakit Parkinson dapat menimbulkan gejala lanjutan lain seperti depresi dan serangan kecemasan. Untuk mengatasinya, Anda bisa lakukan penanganan sendiri, terapi, olahraga atau dengan obat-obatan. Insomnia yang muncul akibat penyakit Parkinson bisa
diatasi dengan cara mengatur rutinitas waktu tidur Anda. Terapi dan obat-obatan juga bisa membantu dalam mengatasi insomnia.

Untuk mengatasi gejala inkontinensia urin, Anda bisa berlatih cara mengencangkan otot panggul, menggunakan obat-obatan dan operasi pada kasus yang parah. Penderita Parkinson juga dapat mengalami disfagia atau kesulitan dalam menelan.

Ketika ini terjadi, makanan akan perlu diproses dan dilembutkan sebelum diberi kepada penderita.

Demekianlah sekelumit penjelasan mengenai penyakit Parkison, semoga dapat membantu pembaca dalam mengenal dan mengantisipasi gejala dari penyakit ini. Sebab jenis penyakit ini belum ada obatnya, sehingga masyarakat bisa melakukan antisipasi melalui gejala-gejala yang muncul.

Sumber : alodokter.com

Pemahaman Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer merupakan keadaan kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat, seperti kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku pada penderita karena adanya gangguan di dalam otak yang sifatnya progresif atau perlahan-perlahan.

Tahap awal orang terkena Alzheimer biasanya akan terlihat mudah lupa, seperti lupa nama benda atau tempat, lupa tentang kejadian-kejadian yang belum dilalui, seringkali juga lupa isi percakapan yang belum lama dibicarakan bersama orang lain.

Dengan berjalannya waktu, gejalanya akan meningkat. Penderita penyakit ini kemudian akan kesulitan melakukan perencanaan, kesulitan bicara atau menuangkan sesuatu ke dalam bahasa, kesulitan membuat keputusan, kerap terlihat bingung, tersesat di tempat yang tidak asing, mengalami gangguan kecemasan dan penurunan suasana hati, juga mengalami perubahan kepribadian, serta mudah curiga, penuntut dan agresif. Bisa saja lebih parah penderita penyakit ini mengalami delusi dan halusinasi, serta tidak mampu melakukan aktivitas atau bahkan tidak mampu bergerak tanpa dibantu orang lain.

Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Alzheimer adalah gaya hidup yang tidk sehat, jenis kelamin wanita, berusia di atas 65 tahun, memiliki orang tua atau saudara kandung yang sakit Alzheimer, mempunyai riwayat penyakit jantung dan pernah mengalami luka berat di kepala.

Diagnosis dan pengobatan penyakit Alzheimer

Biasanya dalam mendiagnosis penyakit Alzeimer Dokter akan menanyakan gejala yang dialami oleh pasien, seperti apakah pasien sering lupa, perubahan perilaku yang terjadi, cara bicara jelas apa tidak, dan kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari tanpa dibantu orang lain. Dokter juga akan melakukan evaluasi riwayat kesehatan pasien, seperti bagaimana status mental, penyakit apa yang pernah atau sekarang diderita, obat-obatan apa yang dikonsumsi dan adakah keluarga yang jiga berpenyakit Alzheimer.

Pemeriksaan melalui CT scan atau MRI mungkin akan ditawarkan oleh dokter untuk melihat adanya perubahan signifikan di dalam otak apabila pasien dicurigai menderita penyakit Alzheimer.

Tujuan pengobatan dalam kasus penyakit Alzheimer adalah untuk memperlambat perkembangan gejalanya saja karena penyakit ini belum bisa disembuhkan. Selain dengan pemberian obat-obatan, penanganan dari aspek psikologis melalui stimulasi kognitif juga harus diterapkan guna memperbaiki ingatan penderita, memulihkan kemampuannya dalam berbicara dan memecahkan masalah, serta membantunya memperbaiki kemampuan berbicara.

Penderita Alzheimer umumnya hidup sekitar 8-10 tahun setelah gejala muncul, namun ada juga beberapa penderita lain yang bisa hidup lebih lama dari itu. Meski penyakit Alzheimer belum ada obatnya, bentuk-bentuk penanganan yang ada saat ini bertujuan untuk memperlambat perkembangan kondisi serta meredakan gejala-gejalanya.

Karena itu, segera temui dokter jika daya ingat Anda mengalami perubahan atau Anda khawatir mengidap demensia. Penyakit Alzheimer yang dapat terdiagnosis sejak dini memberikan Anda lebih banyak waktu untuk melakukan persiapan serta perencanaan untuk masa depan. Selain itu, Anda akan mendapatkan penanganan medis lebih cepat yang bisa sangat bermanfaat.

Pencegahan penyakit Alzheimer

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit Alzheimer, di antaranya dengan menurunkan risiko terkena penyakit jantung, menjaga berat badan tetap sehat, mengonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, mengurangi konsumsi minuman beralkohol, berhenti merokok, menjaga otak agar tetap aktif bekerja, serta rutin memeriksakan diri ke dokter seiring pertambahan usia.

Sumber : alodokter.com

Belajar Tentang Penyakit Jantung Koroner

Dari sekian banyak jenis penyakit jantung, yang paling umum adalah penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner adalah karena pasokan darahyang kaya oksigen menuju otot jantung terhambat oleh plak pada arteri koroner.

Plak adalah penumpukan kolestrol dan substansi lannya yang semakin bertambah sehingga mempersempit ruang arteri, kondisi ini disebut ateroskelosis. Plak biasanya sudah bersarang di dinding arteri sejak seseorang masih muda, semakin tinggi usia seseorang, akan menumpuk plak di lokasi yang sama.

Plak membuat dinding bagian dalam pembuluh lengket, karena dia mengeluarkan zat kimia. Pada saat bersamaan, darah memuat sel-sel inflamasi, lipoprotein, dan kalsium. Semua zat ini menempel di dinding pembuluh darah sehingga membuat timbunan plak semakin banyak.

Semakin besar plak maka akan mempersempit arteri koroner, sehingga suplai darah kaya oksigen ke jantung kian menipis. Plak bisa juga pecah dan menyumbat sebagian besar bahkan seluruh aliran darah pada pembuluh arteri. Apabila hambatan aliran darahnya terjadi di arteri koroner, maka terjadilah yang namanya serangan jantung.

Sebetulnya pembuluh darah atau arteri yang mengalami penyempitan ini biasanya membuat pembuluh darah baru disekitar arteri yang menyempit. Tetapi masalahnya, pembuuluh darah yang baru terbentuk belum dapat membawa darah kaya oksigen sebanyak pembuluh darah lama.

Yang membuat resiko Jantung Koroner menjadi besar

Beberapa hal berikut bisa memperbesar risiko seseorang mengalami aterosklerosis.

  • Rokok

Menghisap rokok adalah risiko yang paling berperan bagi peningkatan risiko penyakit jantung koroner. Kandungan nikotin dan karbon monoksida dalam asap rokok membuat jantung bekerja lebih cepat dari biasanya. Kedua zat tersebut juga meningkatkan risiko terjadinya gumpalan darah di arteri. Celakanya, bahan-bahan kimia lain dalam rokok juga bisa merusak lapisan arteri koroner sehingga kian memperbesar risiko terkena penyakit jantung koroner. Perokok diprediksi memiliki risiko terkena penyakit jantung koroner 24% lebih besar daripada yang tidak merokok.

  • Kolesterol

Kolesterol yang terlalu banyak mengalir dalam darah dapat menyebabkan penyakit jantung koroner. Jenis kolesterol yang membuat risiko penyakit ini kian besar adalah lipoprotein low-density (LDL) yang biasa disebut sebagai kolesterol ‘jahat’. Karena kolesterol inilah yang memiliki kecenderungan untuk menempel dan menimbun di arteri koroner.

  • Diabetes

Para penderita diabetes juga diprediksikan memiliki risiko dua kali lipat terkena penyakit jantung koroner. Hal ini karena penderita diabetes kemungkinan memiliki lapisan pembuluh darah yang lebih tebal dari orang yang sehat. Ketebalan berlebih pada arteri koroner bisa menyebabkan tidak lancarnya aliran darah.

  • Terjadinya pembekuan darah

Pembekuan darah atau trombosis yang terjadi pada arteri koroner akan memblokir suplai darah menuju jantung. Pembekuan darah di arteri koroner biasanya terjadi di lokasi yang sama dengan aterosklerosis. Karena pembekuan darah menghalangi suplai darah ke oksigen, dengan sendirinya akan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner bagi yang mengalaminya.

  • Tingginya tekanan darah

Tekanan darah yang terlalu tinggi juga bisa memperbesar seseorang menderita penyakit jantung koroner. Seseorang dikategorikan memiliki tekanan darah tinggi jika memiliki tekanan sistolik pada kisaran 140mmHg atau lebih, atau tekanan diastolik sekitar 90mmHg atau lebih.

Tekanan sistolik sendiri didefinisikan sebagai ukuran tekanan darah saat jantung berkontraksi atau memompa darah keluar. Sementara itu, tekanan diastolik adalah tekanan darah saat jantung sedang santai dan mengisi darah.

Pencegahan Jantung Koroner

Risiko terkena penyakit ini tidak dapat dihilangkan sama sekali, karena banyak sekali faktor penyebabnya. Tetapi kita dapat meminimalkan risiko terkena penyakit ini, caranya adalah : seseorang harus mau melakukan olahraga rutin, diet sehat, dan berhenti merokok. Beberapa hal seperti menurunkan berat badan, menurunkan tekanan darah, dan mengatasi stres juga bisa membantu mencegah terjadinya penyakit jantung koroner.

baca juga : Pengobatan Jantung Koroner

Sumber : www.alodokter.com

Mengenal Stroke Lebih Jauh

Stroke adalah keadaan ketika pasokan darah ke otak terputus karena penyumbatan bahkan bisa terjadi karena pecahnya pembuluh darah, yang menyebabkan kematian sel-sel pada sebagian area di otak. Ini adalah kondisi kesehatan yang sangat serius dan membutuhkan penanganan yang sangat cepat.

Ketika Oksigen dan Nutrisi tidak sampai ke otak karena aliran darah terputus, maka sel-sel otak akan mulai mati. Penanganan yang cepat, akan membuat resiko kerusakan menjadi semakin kecil, bahkan kematianpun bisa dihindari. Sehingga ketika kita mengalami hal ini atau melihat ada orang lain yang terkena serangan stroke, maka segera hubungi rumah sakit untuk meminta ambulan.

Baca juga : https://singkirlemak.com/tanda-tanda-gejala-stroke-datang/

Latar belakang terjadinya
Selama pasokan nutrisi dan oksigen yang diantar lewat darah berjalan dengan lancar, maka otak akan berfungsi dengan baik. Tetapi jika pasokan darah terhambat, maka otak akan rusak dan bahkan seseorang yang terkena serangan ini bisa meninggal dunia.

Jenis-jenisnya
Apabila dilihat dari penyebabnya, maka jenis penyaki ini dibagi menjadi dua, yaitu iskemik dan stroke hemoragik. Iskemik terjadi jika pasokan darah berhenti akibat gumpalan darah dan hemoragik terjadi jika pembuluh darah yang memasok darah ke otak pecah.

Selain itu juga ada yang disebut stroke ringan atau suka disebut TIA (Transient Ischemic Attack). Ini terjadi ketika pasokan darah ke otak mengalami gangguan sesaat yang biasanya diawali dengan gejala pusing, penglihatan ganda, tubuh secara mendadak terasa lemas, dan sulit bicara.

Meski hanya sesaat, tetap harus ditangani secara serius. Karena hal ini biasanya merupakan peringatan akan datangnya serangan yang lebih berat.

Penyakit ini di Indonesia
Pada tahun 2013 berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, ternyata ada 12 penderita penyakit ini per 1000 penduduk Indonesia. Dan penyakit ini juga merupakan penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia.

Walaupun mayoritas usia lebih dari 65 tahun paling beresiko terkena penyakit ini ternyata 25% stroke terjadi pada orang-orang yang berusia di bawah 65 tahun, termasuk anak-anak.

Orang-orang yang merokok, kurang olah raga, dan memiliki pola makan yang buruk juga rentan terhadap serangan penyakit ini. Selain itu orang-orang yang sirkulasi darahnya terganggu akibat tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, detak jantung tidak teratur atau fibrilasi atrium, dan diabetes, juga lebih rentan terhadap penyakit ini.

Diagnosis
Diagnosis stroke umumnya dilihat dari tanda-tanda fisik, serta melalui foto atau pencintraan otak. Dengan pencintraan otak kita dapat menentukan apakah stroke disebabkan oleh arteri yang tersumbat atau pembuluh darah yang pecah, atau adanya resiko serangan stroke iskemik, bagian otak mana yang terserang dan seberapa parah serangan penyakit ini tersebut.

Metode pengobatan
Untuk mengobati penderita stroke sangat bergantung kepada jenis stroke yang dia derita, stroke iskemik atau hemoragik. Pengobatan juga disesuaikan pada area otak mana stroke terjadi. Biasanya pengobatan stroke dilakukan dengan obat-obatan, termasuk obat penurun tekanan darah, menurunkan tingkat kolestrol dan menghilangkan pembukuan darah. Beberapa kasus juga diperlukan tindakan operasi untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh stroke hemoragik atau menghilangkan lemak di arteri.

Dampak
Dampak penyakit ini sangat luas, bahkan bisa berdampak pada kehidupan dan kesejahteraan kita dalam berbagai aspek. Proses rehabilitasinya sangat tergantung pada gejala yang dialami dan seberapa parah gejala tersebut. Dalam pengobatannya harus melibatkan banyak ahli dan spesialis yang terlibat, diantaranya psikolog, ahli terapi okupasi, ahli terapi bicara, perawat dan dokter spesialis, serta fisioterapi.
Kerusakan akibat penyakit ini bisa meluas dan berlangsung lama. Sebelum pulih seperti sedia kala, penderita harus melakukan rehabilitasi dalam periode panjang. Namun sebagian besar dari mereka tidak akan pernah pulih sepenuhnya.

Pencegahannya
Penerapan pola hidup sehat sebetulnya dapat mencegah terjadinya penyakit ini. Resiko mengalami stroke akan berkurang jika kita selalu makan-makanan sehat, berolahraga secara teratur, tidak merokok, dan minum alkohol sesuai takaran. Dengan obat-obatan penurun tingkat kolestrol dan tekanan darah tinggi juga bisa mengurasi risiko terkena penyakit ini. Ada juga beberapa orang meminum obat-obatan untuk mencegah pembekuan darah serta obat menjaga kadar normal gula darah juga penting untuk mencegah terjadinya penyakit ini.

Komplikasi yang terjadi
Penyakit ini dapat menyebabkan munculnya berbagai komplikasi, dan beberapa diantaranya dapat membahayakan nyawa si penderita. Contoh dari komplikasi tersebut diantaranya adalah hidrosefalus atau tingginya produksi cairan serebrospinal, disfagia atau kesulitan menelan, dan trombosis vena dalam atau penggumpalan darah pada kaki.

Sumber : www.alodokter.com

Tanda-tanda Gejala Stroke Datang

Penyakit stroke adalah penyakit pembunuh nomor dua terbesar di dunia. Sehingga kita harus waspada menghadapi datangnya gejala stroke ini. Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja, baik muda maupun tua. Stroke adalah kondisi dimana terjadinya penyumbatan aliran darah ke otak. Tanpa adanya aliran darah dan oksigen, maka otak akan tidak berfungsi.
Stroke dapat mematikan otak hanya dalam hitungana menit, jadi sangat penting jika seseorang mengenali gejala stroke dan segera menanganinya. Nah, dengan mengikuti empat langkah berikut Anda dapat mengetahui dan mendeteksi dini stroke.
Untuk mendeteksi Gejala Stroke, cobalah empat langkah ini :
Senyum tidak simetris
Tangan lemah
Sulit bicara
Cari pertolongan
Empat langkah tersebut dapat Anda gunakan untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat agar terhindar dari komplikasi stroke. Langkah tersebut sangat mudah untuk diikuti, Anda bisa mempraktekkannya sendiri atau pun dengan bantuan orang lain.
Langkah pertama adalah senyum yang tidak simetris. Cobalah senyum di depan cermin, lalu apakah senyum Anda simetris atau tidak. Jika simetris maka Anda tidak terkena stroke, namun jika tidak simetris ada kemungkinan Anda terkena stroke. Lakukan langkah berikutnya jika Anda berpotensi stroke.
Apa salah satu tangan Anda merasa lemah atau mati rasa? Untuk dapat mengetahuinya Anda bisa mengangkat kedua tangan secara bersamaan ke atas. Jika salah satu tangan Anda terjatuh, hal ini bisa menjadi indikasi penyebab stroke.
Bisakah Anda mengucapkan dan mengulangi satu kata sederhana dengan jelas? Dan apakah kalimat tersebut sulit sekali dimengerti oleh orang lain? Jika jawaban pertama tidak dan kedua ya, hal ini juga bisa menjadi salah satu potensi Anda terkena stroke.
Jika satu atau ketiga langkah diatas tersebut ada pada diri Anda, segera lakukan langkah yang ke empat yaitu, cari pertolongan. Maksudnya adalah Anda harus segera menghubungi rumah sakit, dokter atau lembaga kesehatan lainnya untuk dapat melakukan pengecekan secara lanjut mengenai gejala stroke yang timbul pada diri Anda.
Tidak hanya keempat cara tersebut, Anda juga dapat mengenali beberapa gejala stroke lainnya seperti dibawah ini:
• Sakit kepala yang parah secara tiba-tiba dan tanpa sebab
• Mati rasa mendadak atau kaki terasa lemah
• Tiba-tiba kesulitan berjalan, pusing, atau hilang konsentrasi
• Tiba-tiba kesulitan untuk melihat satu titik dengan kedua mata
• Tiba-tiba sulit mengerti/memahami sesuatu atau sulit konsentrasi
Untuk menghindari terjadinya stroke Anda bisa melakukan pencegahan sebagai berikut:
• Mengontrol kadar kolesterol
• Mengontrol berat badan dengan diet seimbang
• Gaya hidup sehat
• Hindari merokok atau asap rokok
• Mengontrol tekanan darah
• Konsumsi aspirin untuk mengencerkan darah sesuai dengan anjuran dokter
• Olahraga secara teratur
Stroke terbagi atas dua, yaitu stroke Iskemik dan Hemoragik. Stroke iskemik adalah stroke yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Sedangkan stroke hemoragik disebabkan karena bocor atau pecahnya pembuluh darah di dalam atau di sekitar otak.
Tim medis biasanya akan melakukan x-ray atau CT scan untuk melihat lebih jauh apakah ada kemungkinan pendarahan pada otak. Tidak hanya itu, beberapa tes lain juga akan dilakukan untuk mengetahui letak darah beku, kebocoran, dan seberapa parah kerusakan yang terjadi akibat stroke.
Mendatangi dokter untuk melakukan perawatan adalah cara yang paling tepat untuk menanggulangi stroke, sebelum stroke tersebut menyerang bagian tubuh lainnya.

Mengenal Penyakit Kanker dan Pencegahannya

 

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian.

Penyakit ini sering dikenal oleh masyarakat sebagai tumor, padahal tidak semua tumor adalah penyakit ini. Tumor adalah segala benjolan tidak normal atau abnormal. Tumor dibagi dalam 2 golongan, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Kanker adalah istilah umum untuk semua jenis tumor ganas.

Penyakit ini dapat menimpa semua orang, pada setiap bagian tubuh, dan pada semua gologan umur, namun lebih sering menimpa orang yang berusia 40 tahun.

Umumnya sebelum penyakit ini meluas atau merusak jaringan di sekitarnya, penderita tidak merasakan adanya keluhan ataupun gejala. Bila sudah ada keluhan atau gejala, biasanya penyakitnya sudah lanjut.

Penyakit Ini adalah suatu penyakit yang sangat sulit disembuhkan. Oleh karena itu, deteksi dini sangatlah penting untuk mencegah penyakit ini berkembang menjadi berbahaya.

Gejala-gejala yang terjadi sebetulnya seringkali mudah terlihat, hanya seringkali kita mengabaikannya. Tujuh gejala ini penting untuk diperhatikan dan diperiksa lebih lanjut ke dokter untuk memastikan ada atau tidaknya penyakit ini. Gejala itu adalah :

  1. Ada darah atau lendir yang abnormal keluar dari dalam tubuh.
  2. Tahi lalat yang berubah sifatnya, menjadi besar dan gatal.
  3. Waktu buang air besar atau kecil ada perubahan kebiasaan dan gangguan.
  4.  Alat pencernaan terganggu dan susah menelan.
  5. Batuk atau suara serak yang tidak sembuh-sembuh
  6. Payudara atau di tempat lain ada benjolan (tumor)
  7. Adanya koreng atau borok yang tak mau sembuh-sembuh.
Pencegahan
Kebiasaan hidup sehat sejak usia muda dapat menghindari kita dari sebagian besar jenis kanker. Walaupun sampai sekarang penyebab pasti sakit kanker tidak pernah diketahui, kita dapat melakukan pencegahan dengan cara hidup sehat dan menghindari penyebab kanker. Hidup sehat yang harus dijalani adalah:
  1. Mengenai makanan:
    • Mengurangi makanan berlemak yang berlebihan
    • Lebih banyak makan makanan berserat.
    • Lebih banyak makan sayur-sayuran berwarna serta buah-buahan, beberapa kali sehari
    • Lebih banyak makan makanan segar
    • Mengurangi makanan yang telah diawetkan atau disimpan terlalu lama
    • Membatasi minuman alkohol
  2. Hindari diri dari penyakit akibat hubungan seksual
  3. Hindari kebiasaan merokok. Bagi perokok: berhenti merokok.
  4. Upayakan kehidupan seimbang dan hindari stress
  5. Periksakan kesehatan secara berkala dan teratur.
 
Faktor Resiko
Beberapa faktor resiko yang membuat kita bisa terkena penyakit ini antara lain :

Bahan Kimia
Zat-zat yang terdapat pada asap rokok dapat menyebabkan berbagai jenis kanker pada perokok dan perokok pasif (orang bukan perokok yang tidak sengaja menghirup asap rokok orang lain) dalam jangka waktu yang lama. Bahan kimia untuk industri serta asap yang mengandung senyawa karbon dapat meningkatkan kemungkinan seorang pekerja industri menderita penyakit ini.

Penyinaran yang berlebihan
Sinar ultra violet yang berasal dari matahari dapat menimbulkan kanker kulit. Sinar radio aktif, sinar X yang berlebihan atau sinar radiasi dapat menimbulkan kanker kulit dan leukemia.

Virus
Beberapa jenis virus berhubungan erat dengan perubahan sel normal menjadi sel kanker. Jenis virus ini disebut virus penyebab kanker atau virus onkogenik.

Hormon
Hormon adalah zat yang dihasilkan kelenjar tubuh yang fungsinya adalah mengatur kegiatan alat-alat tubuh dari selaput tertentu. Pada beberapa penelitian diketahui bahwa pemberian hormon tertentu secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan terjadinya beberapa jenis kanker seperti payudara, rahim, indung telur dan prostat (kelenjar kelamin pria).

Makanan
Zat atau bahan kimia yang terdapat pada makanan tertentu dapat menyebabkan timbulnya penyakit ini misalnya makanan yang lama tersimpan dan berjamur dapat tercemar oleh aflatoxin. Aflatoxin adalah zat yang dihasilkan jamur Aspergillus Flavus yang dapat meningkatkan resiko terkena kanker hati.

Sangat banyak dugaan timbulnya penyakit ini, jadi hidup sehat tentunya akan memperkecil resiko penyakit ini.

Sumber : Yayasan Kanker Indonesia

Serangan Jantung

Serangan Jantung

Sering kita mendengar mengenai Serangan Jantung , tetapi kita seringkali tidak mengetahui tanda-tandanya, sehingga tindakan yang kita lakukan menjadi terlambat. Dan terlambatnya tindakan ini seringkali menyebakan kejadian yang sangat fatal. Jadi kita harus berjaga-jaga dari terjadinya serangan jantung.

Serangan sendiri terjadi ketika pasokan darah menuju ke jantung terhambat. Biasanya kejadian ini adalah disebabkan oleh penggumpalan darah atau penumpukan lemak, kolestrol, dan unsur lainnya. Karena gangguan aliran darah ke jantung ini, bisa merusak atau menghancurkan otot jantung tersebut bisa merusak atau menghancurkan otot jantung dan bisa berakibat fatal. Di dunia medis serangan jantung ini biasa disebut Infark Miokard.

Gejala-gejala yang mungkin muncul pada penderita serangan jantung.

  • Sesak napas.
  • Sakit atau nyeri di bagian dada.
  • Merasa lemah dan pusing.
  • Sangat gelisah atau cemas.

Penyakit ini bukan berdasarkan parahnya sakit dada yang dirasakan. Ingat, sakit dada yang kita rasakan belum tentu terjadi pada semua orang yang merasakan sakit ini. Sering kali rasa sakitnya ringan dan disalah artikan sebagai gangguan pencernaan biasa, seperti sakit lambung (maag). Sebaliknya tidak semua sakit dada adalah akibat penyakit ini.

Oleh karenanya, penting bagi kita untuk selalu waspada akan berbagai gejala tersebut. Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Penyebab Terjadinya 

Yang menjadi penyebab utama terjadinya sakit ini adalah penyakit jantung koroner. Penyakit Jantung Koroner ini terjadi karena tersumbatnya pembuluh darah utama yang memasok darah ke jantung (pembuluh koroner). Sumbatan ini disebabkan oleh timbunan kolesterol berupa plak yang menempel di dinding pembuluh darah.
Plak yang retak akan mengakibatkan terjadinya penggumpalan darah. Akhirnya, penggumpalan darah ini akan menghambat pasokan darah dan oksigen ke jantung melalui pembuluh koroner. Kondisi inilah yang akhirnya menyebabkan terjadinya serangan jantung. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, antara lain:
  • Merokok.
  • Diabetes.
  • Kolesterol tinggi.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak.
  • Berat badan berlebih atau obesitas.

Cara Pengobatannya

Serangan harus segera ditangani secepatnya. Jadi kalau kita menemukan gejala-gejala seperti di atas, segeralah bawa ke rumah sakit terdekat.

Tindakan pertama, segeralah konsumsi aspirin dengan dosis normal 300 mg, tapi sebelumnya pastikan bahwa penderita tidak alergi terhadap aspirin. Obat ini bisa membantu mengencerkan darah dan mengurangi risiko serangan jantung lebih lanjut.

Pengobatan yang diberikan pada penderita serangan jantung adalah obat-obatan untuk melarutkan gumpalan darah dan prosedur operasi untuk mengembalikan aliran darah menuju  jantung. Pengobatan yang dilakukan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi penderita serangan jantung.

Serangan yang parah atau terlambat ditangani bisa menyebabkan komplikasi yang serius dan bahkan berakibat pada kematian. Komplikasi yang terjadi bisa muncul segera setelah terjadinya serangan jantung. Berikut ini beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat serangan jantung.

  • Gagal jantung. Kondisi ini terjadi ketika jantung tidak bisa memompa darah ke tubuh secara efektif. Gagal jantung terjadi karena otot jantung telah rusak permanen akibat serangan jantung yang terjadi.
  • Aritmia. Kondisi ketika detak jantung menjadi tidak normal. Jantung berdegup makin kencang hingga akhirnya berhenti berdetak dan terjadi henti jantung atau cardiac arrest.
  • Syok kardiogenik. Kondisi ketika otot jantung rusak parah dan tidak bisa lagi memasok darah ke tubuh dengan baik. Hal ini menyebabkan fungsi tubuh tidak berjalan dengan baik.
  • Jantung ruptur/retak. Kondisi ketika otot, dinding, atau katup jantung sudah retak.

Pasien penderita serangan jantung yang disertai komplikasi sering kali meninggal dunia sebelum mereka sampai di rumah sakit.

Pemulihan dan Peluang Hidup

Seseorang bisa kembali pulih dari serangan jantung ini tergantung kepada tingkat kerusakan otot jantung yang terjadi. Ada yang membutuhkan waktu beberapa bulan dan ada pula yang butuh waktu hanya beberapa minggu. Tujuan dari proses pemulihan yang dilakukan adalah:

  • Mengurangi risiko terulangnya serangan jantung. Hal ini bisa dilakukan dengan perubahan gaya hidup yang dilakukan pasien sendiri. Termasuk di antaranya perubahan menu makanan dan konsumsi obat-obatan.
  • Mengembalikan kebugaran fisik. Hal ini bertujuan agar Anda bisa kembali melakukan aktivitas sesuai kebutuhan Anda.

Kematian sering kali terjadi sebelum pasien mencapai rumah sakit, atau dalam satu bulan setelah pasien mengalami serangan. Apabila pasien berhasil bertahan selama sebulan setelahnya, kemungkinan besar mereka untuk bertahan hidup sangat bagus.

Peluang hidup seseorang yang pernah mendapatkan serangan jantung bergantung pada beberapa hal. Pertama adalah usia pasien. Apabila usia orang yang mengalami serangan jantung makin tua, kemungkinan terjadinya komplikasi akan bertambah.

Kedua, tingkat keparahan serangan ini juga berpengaruh kepada peluang hidup seseorang. Yang paling utama adalah seberapa parah kerusakan otot jantung yang terjadi. Sedangkan yang ketiga, waktu yang dibutuhkan seseorang hingga dia mendapatkan pertolongan saat mengalami serangan jantung. Makin lama penanganan serangan jantung, maka peluang hidupnya akan makin berkurang.

Sumber : http://www.alodokter.com/